OKI Menyerukan Boikot Terhadap Produk yang Dihasilkan Dari Permukiman Ilegal Israel

The Fifth Extraordinary OIC Summit

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah menyerukan untuk memboikot produk-produk yang dihasilkan oleh permukiman ilegal Israel untuk menekan rezim Zionis Israel guna mengakhiri pendudukan tanah Palestina.

Menyerukan masyarakat internasional untuk mendukung boikot terhadap produk yang dihasilkan atau ilegal Israel di pemukiman,” kata OKI di Deklarasi Jakarta yang dikeluarkan pada kesimpulan dari Kelima KTT luar Biasa OKI di Palestina dan Al Quds Al-Sharif (Yerusalem), di Jakarta, pada tanggal 7 Maret.

Deklarasi, yang menurut Menteri luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, terdiri dari sejumlah langkah-langkah konkret ke arah yang mendukung Palestina dalam perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi masalah ilegal invasi Israel dan pendudukan di Palestina dan memberikan perlindungan internasional bagi rakyat Palestina.

Negara-negara anggota OKI juga menyatakan rencana mereka untuk membangun “sebuah hukum antar kelompok ahli untuk meneliti cara-cara dan metode untuk referral dari individu pelanggaran hak asasi manusia di Palestina untuk memberikan advokasi bagi Negara Palestina di lembaga-lembaga internasional dan mekanisme hukum.”

Yang negara mayoritas Muslim juga berjanji untuk meningkatkan bantuan keuangan dan pembangunan kapasitas untuk memperkuat Palestina lembaga pemerintah.

Mereka sangat menolak pembatasan akses untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa dan menuduh Israel berusaha untuk Keyahudian kompleks Masjid Al Aqsa, termasuk melalui spasial dan temporal divisi di Al Aqsa, situs paling suci umat Islam.

Israel juga telah terancam punah yayasan Al Aqsa melalui konstruksi ilegal dan penggalian di sekitar dan di bawah itu, kata Deklarasi tersebut.

Deklarasi telah menyerukan persatuan dari negara-negara yang mendukung Palestina, dan khususnya persatuan Fatah dan Hamas, faksi-faksi di Palestina, untuk mengakhiri pendudukan Israel, dan untuk mewujudkan hak-hak rakyat Palestina dan Negara yang merdeka dan berdaulat Palestina dengan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibu kotanya.

Pertemuan puncak dua hari bertema “Bersatu Untuk Solusi Yang adil”, diikuti oleh 605 delegasi dari 57 negara anggota OKI dan dua organisasi internasional.

Langkah-langkah konkret yang telah disepakati oleh OKI melalui Deklarasi Jakarta untuk menghidupkan kembali proses perdamaian dan penciptaan kolektif internasional proses serta melibatkan negara-negara Islam untuk membuat solusi dua negara menjadi kenyataan.

Bahkan, Summit telah menghasilkan dua dokumen – Resolusi dan Deklarasi Jakarta, untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina yang telah berada di bawah pendudukan Israel selama lebih dari tujuh dekade.

Resolusi memuji posisi dan upaya para pemimpin negara-negara anggota OKI dalam mendukung penyebab Al Quds dan melawan Israel kebijakan Yahudisasi di kota suci.

Hal ini juga menyerukan untuk melanjutkan upaya-upaya di semua lini untuk mengakhiri ilegal dan tidak bermoral Israel yang dikenakan pada 1,8 juta rakyat Palestina yang tinggal di Gaza yang diduduki; serta untuk rekonsiliasi Hamas dan Fatah.

Sejarah akan mencatat bahwa pemimpin-pemimpin dunia Islam mengirim pesan yang kuat kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik Palestina. Ini Ktt luar Biasa adalah bukti nyata dukungan untuk Palestina, Perjuangan Palestina adalah perjuangan kita. Insya Allah (insya Allah), kita akan dapat menyaksikan kemerdekaan Palestina dalam hidup kita.” Presiden republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dalam pidato penutupan rapat, seperti di kutip Antara.

Dia mengatakan Islam dunia masih berhutang pada rakyat Palestina kemerdekaan mereka.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Indonesia adalah konsisten dalam upaya untuk mendukung Palestina dalam meraih kemerdekaannya.

Pada tahun 1962, Indonesia, founding father Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bung Karno, menyatakan bahwa sampai orang-orang Palestina mendapatkan kemerdekaannya, bangsa Indonesia akan melawan Israels kolonialisme,” kata Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, Indonesia bersama dengan negara-negara anggota OKI bersatu untuk melanjutkan perjuangan belum selesai, katanya.

Dia telah mendesak OKI untuk menjadi bagian dari solusi untuk masalah Palestina. “OKI didirikan untuk membantu Palestina, jadi, OKI harus menjadi bagian dari solusi Palestina. Jika tidak, keberadaan OKI tidak akan lagi relevan. Sekali lagi, tidak relevan.” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas telah menyerukan dukungan internasional untuk melindungi rakyat Palestina dan untuk mengakhiri lebih dari tujuh dekade panjang pendudukan Israel.

Orang-orang kami membutuhkan dukungan internasional dan perlindungan untuk membebaskan diri dari penindasan oleh Israel, sebuah negara yang telah melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia,” kata Abbas saat berbicara di OIC Summits.

Agresi Israel dan kekejaman di Al Quds (Yerusalem), tempat suci bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi, telah membuat rakyat Palestina menderita karena banyak dari rumah-rumah mereka dihancurkan oleh Israel, kekuatan pendudukan.

Israel juga dipraktekkan ekonomi imperialisme terhadap umat Islam dan Kristen Palestina dengan memberlakukan pajak yang terlalu tinggi dan menghambat investasi peluang.

Related posts

Leave a Comment