Paradise Papers Menyeret Beberapa nama Keluarga Cendana

Prabowo dan Keluarga Cendana Terseret Skandal "Paradise Papers"

Paradise Papers mencatat Prabowo Subianto serta dua anggota keluarga Cendana turut membangun perusahaan cangkang di Bermuda serta Bahama. Ketiganya dicurigai terlibat dalam penggelapan pajak.

Bocornya dokumen penggelapan pajak, Paradise Papers, ikut menyeret nama Prabowo Subianto serta dua anggota keluarga Cendana, Mamiek serta Tommy Suharto.

Prabowo dicatat sempat memimpin Nusantara Energy Resources yang tercatat di Bermuda. Tetapi perusahaan ditutup pada 2004 karna problem keuangan. Firma hukum di Bermuda, Appleby, yang mengungkapkan dokumen keuangan itu, menulis Nusantara Energy Resources jadi “debitur bermasalah.”

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan pihaknya tidak enggan menindak warga negara Indonesia yang berupaya melarikan pajak ke luar negeri.”Apabila kelak ada hubungan dengan perpajakan, ya kami pakai kerja sama internasional” kata Sri Mulyani.

Direktorat Jendral Pajak juga akan mengadakan penyelidikan pada WNI yang terbawa masalah Paradise Papers.”Semuanya info yang dihimpun dari beragam sumber juga akan di teliti.” kata Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Service serta Hubungan Orang-orang. “Ini salah satunya untuk ketahui apakah harta yang telah dilaporkan harus pajak telah dilaporkan dalam SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) atau sudah dideklarasikan dalam amnesti pajak.

Pejabat Partai Gerindra, Fadli Zon, menolak Prabowo punya niat mengemplang pajak lewat Nusantara Energy Resources. “Ini merupakan perusahan satu dolar.” katanya pada Tempo yg dilibatkan menyelidiki dokumen rahasia itu. Menurutnya perusahaan itu cuma aktif di bagian eksplorasi minyak serta gas.

Terkecuali Prabowo, nama Tommy Suharto juga terdaftar jadi satu diantara client Appleby di Bermuda. Tommy tentang dengan Humpuss Group, Asia Market Investment serta V Power yg tercatat di Bahama. Putra bungsu Suharto itu sempat menggandeng perusahaan Australia untuk membangun usaha papan reklame yg aktif di Cina, Malaysia, Australia serta Filipina.
Dalam dokumen itu Appleby menulis perusahaan Tommy jadi “pengemplang pajak.

Baca juga:  The Main Body of The Wreckage AirAsia QZ8501 Has Been Found

Dokumen Paradise Papers dipublikasikan oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) sepanjang satu minggu mulai sejak Minggu (4/11). Dokumen itu diantaranya membuka rahasia keuangan punya 120 kepala negara serta pemerintahan dan politisi dari 47 negara. Beberapa besar persoalan yg terdaftar dalam Paradise Papers memberikan indikasi penggelapan pajak.

Related posts

Leave a Comment