Menjaga Wibawa Negara

Menjaga Wibawa Negara

Turunnya kewibawaan negara jadi satu diantara masalah besar yang dihadapi Joko Widodo serta Jusuf Kalla saat dilantik jadi presiden serta wapres tiga tahun kemarin. Negara makin tidak berwibawa saat orang-orang makin tidak yakin pada institusi umum, termasuk juga institusi kepresidenan tersebut. Oleh karena itu, tak ada langkah beda, Jokowi-JK berupaya maksimum untuk kembalikan wibawa negara.

Tekad keras Jokowi-JK untuk kembalikan wibawa negara terdaftar dengan terang dalam Nawa Cita. Langkah yang ditempuh adalah buat pemerintah tidak tidak hadir dengan membuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, demokratis, serta tepercaya, dengan memberi prioritas pada usaha memulihkan keyakinan umum pada institusi-institusi demokrasi.

Mesti jujur disadari, walau pernah tertatih-tatih pada tahun pertama, kenikmatan umum atas kemampuan pemerintah makin stabil di garis atas pada tahun ke-2. Kenikmatan umum itu bukanlah dibuat diatas retorika, tetapi diraih lewat usaha keras. Umum makin senang atas service kesehatan serta pendidikan, dan berikan animo atas pembangunan infrastruktur.

Kenikmatan umum itu berkorelasi begitu erat dengan tingkat keyakinan orang-orang pada pemerintah yang menjangkau 70% menurut survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Oktober 2016. Tingkat keyakinan orang-orang yang tinggi itu tidaklah isapan jempol. Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) malah meletakkan Indonesia pada posisi pertama keyakinan orang-orang pada pemerintah.

Berdasar pada data OECD yang dipublikasi pada 13 Juli, Indonesia menempati posisi pertama untuk trust and confidence in national government. OECD memakai hasil survey yang dikerjakan satu diantara instansi survey internasional yang berbasiskan di Amerika Serikat, Gallup World Poll (GWP). Aspek yang merubah tingkat keyakinan pada pemerintah adalah apakah orang-orang berasumsi pemerintah bisa dihandalkan, cepat tanggap, serta adil, dan dapat membuat perlindungan orang-orang dari sebagian resiko serta memberi service umum dengan efisien.

Hasil yang diraih pemerintahan Jokowi-JK begitu mengagumkan. Tingkat keyakinan orang-orang pada pemerintah Indonesia menjangkau 80%, bertambah sebesar 28% bila dibanding dengan 2007 yang lalu yang cuma sebesar 52%. Angka yang dicapai Indonesia itu melampaui negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang hanya 30%, Inggris 31%, Jerman 55%, serta Prancis 28%.

Keyakinan orang-orang yang teratas di masa pemerintahan Jokowi-JK itu pantas disyukuri, namun janganlah juga buat besar kepala. Pemerintah mesti berkelanjutan menjaga integritas moral dengan transparansi, akuntabilitas, serta integritas. Waktu pemerintah dilihat mempunyai integritas moral yang tinggi, semakin banyak sekali lagi orang-orang yakin pemerintah.

Cuma dengan ketekunan menjaga keyakinan orang-orang tersebut Indonesia dapat dipandang layak untuk investasi. Terlebih, terlebih dulu Indonesia telah peroleh predikat investment grade dengan kata lain layak investasi dari instansi pemeringkat internasional Standar & Poor’s (S&P) pada Mei 2017.

Tambah lebih perlu sekali lagi, kenikmatan serta keyakinan orang-orang pada pemerintah janganlah sebatas jadikan angka statistik. Elok nian apabila kenikmatan serta keyakinan orang-orang itu jadikan modal sosial oleh pemerintah untuk terus-menerus menangani ketimpangan sosial serta menyejahteraan rakyat. Ketika rakyat riil sejahtera, pasti negara semakin berwibawa.

Related posts

Leave a Comment