Presiden Tidak Mau Peraturan Mempersulit Investasi

Presiden Tidak Mau Peraturan Mempersulit Investasi

Presiden Joko Widodo tidak mau ada ketentuan yang diterbitkan malah menyulitkan baik warga, pekerja, entrepreneur, ataupun investor untuk berinvestasi di Indonesia.

” Kunci untuk perkembangan ekonomi saat ini memanglah cuma ada dua, karna APBN kita mustahil melompat. Dua hal semacam ini perlu sekali, yang dapat menambah perkembangan ekonomi kita, pertama penambahan investasi serta yang ke-2 penambahan export, ” tutur Presiden Joko Widodo (Jokowi) di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Kalau masih keluar peraturan menteri atau peraturan Dirjen yang justru menambah birokrasi, menambah ruwetnya orang yang ingin ekspansi dan investasi, ya saya tegur.”

Presiden pada saat itu memberi pembekalan pada calon perwira remaja (Capaja) Akademi TNI serta Polri Tahun 2017.

Pernyataan itu di sampaikan berkaitan makin banyak instansi rating internasional yang memberi predikat layak investasi pada Indonesia.

Untuk tersebut, Presiden Joko Widodo mengutamakan jajarannya untuk memakai momentum itu manfaat tingkatkan investasi serta export.

Dalam sidang kabinet paripurna yang diadakan Senin siang, Kepala Negara memanglah pernah memberi teguran pada kementerian ataupun instansi negara yang dia anggap masih tetap melaunching kebijakan yang malah menaikkan rantai birokrasi serta menyulitkan investasi.

Walau sebenarnya, seperti yang disebutkan Presiden, investasi sangat dibutuhkan untuk penambahan perkembangan ekonomi Indonesia.

” Bila masih tetap keluar ketentuan menteri atau ketentuan Dirjen yang malah menaikkan birokrasi, menaikkan ruwetnya orang yang menginginkan ekspansi serta investasi, ya saya tegur, ” kata Presiden.

Sesaat dari bagian export, Presiden Joko Widodo juga selalu mengingatkan supaya Indonesia mulai beranjak pada pasar-pasar atau negara-negara yang sampai kini belum juga tersentuh pasar export Indonesia.

Hal semacam ini sesungguhnya sudah di sampaikan Presiden berkali-kali dalam peluang yang sudah kemarin.

” Karna export juga kita masih tetap bergelut pada pasar-pasar waktu lalu selalu, tradisionil, tidak berani mengambil langkah ke pasar-pasar nontradisional yang harusnya mulai dikerjakan dengan baik, ” ucapnya.

Dua perihal ini pula yang selalu dituntut oleh Presiden pada jajarannya dalam beragam peluang.

Sebab, seperti di ketahui dengan, instansi survey internasional ” Gallup World Poll ” dalam launching paling barunya yang dipublikasikan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mengatakan kalau Indonesia adalah negara dengan tingkat keyakinan orang-orang pada pemerintah teratas apabila dibanding dengan beberapa negara yang lain.

Iklim serta support orang-orang itu pasti diinginkan bisa makin menggenjot investasi serta perekonomian Indonesia.

Related posts

Leave a Comment