Investor Asing Mendapatkan Keuntungan Ganda Dari Pasar Indonesia

Indonesia telah menjadi salah satu negara yang paling menguntungkan bagi tujuan investasi di kawasan Asia-Pasifik, mengingat kinerja positif dari pasar saham dan mata uang yang stabil. Hal ini dibuktikan oleh investor asing yang mengalir ke pasar saham mencapai Rp28.76 triliun (US$2.22 milyar) dalam 12 bulan terakhir.

Meskipun penurunan di bulan September, indeks harga saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak laba tertinggi di Asia-Pasifik, di bagian belakang dari penguatan rupiah terhadap dolar AS, peningkatan ekonomi, dan tokoh-tokoh luar biasa hasil dari pajak program tax amnesty.

Dalam mata uang rupiah, pasar saham acuan mencatat 26.71% year-on-year pertumbuhan per 30 September. Namun, pertumbuhan yang lebih tinggi dapat dilihat dalam denominasi dolar dengan 48.24%, menjadikannya pemain terbaik di Asia Pasifik setelah S&P NSX 50—yang mencetak 48.77 persen pada periode yang sama.

Tapi sebagai catatan, kontras dengan dua indeks ini tidak seperti membandingkan apel dan apel: indeks S&P NSX 50 tidak composite, hanya berisi 50 terbesar saham-saham di Selandia Baru, sedangkan IHSG merupakan semua 538 saham yang terdaftar di Bursa efek Indonesia. Dengan demikian IHSG pada kenyataannya merupakan composite performer terbaik di Asia Pasifik.

Kinerja IHSG yang lebih tinggi di atas dibandingkan dengan indeks komposit di daerah. Ini sudah hampir dua kali kembali dibuat oleh pesaing terdekatnya, yaitu Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) dan S&P ASX 200 (Australia) yang tercatat 25.63% dan 25.12% pertumbuhan masing-masing.

Pengembalian yang signifikan dalam denominasi dolar karena apresiasi rupiah terhadap dolar dalam satu bulan terakhir selama pajak program tax amnesty. Pada awal September 2015, rupiah diperdagangkan di Rp.13,900 – Rp.14,000 terhadap dolar AS, level terlemah sejak krisis keuangan tahun 1998.

Sementara itu, nilai tukar rupiah telah menguat 7 persen untuk Rp.12,969 per dolar AS pada Oktober 3, 2016. Mata uang akhirnya pecah level psikologis Rp.13.000 per dolar AS, setelah pengumuman dari luar-hasil yang diharapkan dari program amnesti pajak di babak pertama.

Top Ten Asia-Pacific Stock Indexes Return (in US$)
Top Ten Asia-Pacific Stock Indexes Return (in US$)

Hasil yang mengejutkan
Pada akhir putaran pertama pajak dari program tax amnesty (juli-september. 2016), negara yang melihat dinyatakan aset Rp 3,622 triliun. Sebelumnya, JP Morgan memperkirakan aset baru deklarasi akan kurang dari Rp 2.000 triliun pada akhir putaran ketiga program tax amnesty pada bulan Maret 2017.

Melihat hasil dari putaran pertama dari program ini, sepertinya broker akan melakukan merevisi drastis dari proyeksi mereka. Selain itu, pemerintah juga menerima tambahan pendapatan negara dari biaya penebusan, senilai Rp 97.2 triliun. Angka ini mencakup 58% dari target program yang telah ditetapkan sebesar Rp.165 triliun pada Maret 2017.

Hasil dari putaran pertama dari program ini yang menyebabkan nilai tukar rupiah pada investor asing yang telah menikmati keuntungan ganda.

Mereka akan berpotensi mendapatkan tambahan keuntungan di masa depan jika mereka tetap berinvestasi di pasar saham Indonesia selama setidaknya satu tahun ke depan setelah pengumuman hasil akhir dari amnesti pajak dan program ini berlaku di sektor riil.

Related posts

Leave a Comment