Indonesia Re Mengurangi Aliran Devisa Hingga US$1,5 Miliar

BUMN dan perusahaan-perusahaan reasuransi Indonesia Re bersiap untuk mengurangi aliran devisa hingga Rp20 triliun, atau sekitar US$1,5 miliar.

Presiden Direktur Indonesia Re, Frans Y. Sahusilawane, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Antara di Jakarta, pada Senin yang lalu, bahwa salah satu tugas utama dari perusahaan adalah untuk menurunkan jumlah devisa yang mengalir ke luar negeri.

Kami memiliki tugas utama untuk mengurangi devisa yang mengalir ke luar negeri. Dalam dua tahun, dari tahun 2014 hingga 2016, kami telah berhasil meningkatkan premi bruto dari Rp2 triliun sampai dengan Rp5.1 triliun, yang secara signifikan mengurangi devisa,” katanya.

Menurut Frans, nilai tukar valuta asing yang mengalir ke luar negeri mempengaruhi akselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Bahkan, pada 2013, nilai devisa di luar negeri, yang adalah sekitar $1,03 miliar atau Rp14 triliun, berhasil dikurangi menjadi Rp3.5 triliun pada 2016, atau sekitar $689 juta.

Ini berarti bahwa kita telah menyumbangkan sekitar Rp2 triliun dari Rp3.5 triliun devisa yang disimpan, yang berarti bahwa Indonesia Re memberikan kontribusi hampir 60% dari beberapa perusahaan reasuransi,” ia mengungkapkan.

Frans mendesak semua karyawan Indonesia Re untuk bersama-sama melakukan yang halus dan cepat proses transformasi.

Related posts

Leave a Comment