Bank Indonesia Merevisi Target Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia Merevisi Target Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bank sentral telah merevisi target untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 5,2% menjadi 5.17% year-on-year.

Saya melihat memang ada koreksi terutama pada kuartal ketiga, tapi kontribusi di seluruh semester kedua akan lebih baik,” kata Agus di Jakarta, Jumat lalu.

Sampai juni 2017, ekonomi domestik masih dalam proses pemulihan. Kebijakan moneter dari Bank Sentral pada bulan juni mempertahankan “7-Hari Reverse Repo Rate” sebesar 4,75 persen itu juga dimaksudkan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik dan stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Pada kuartal kedua tahun 2017, peningkatan investasi akan menjadi pendorong utama dari pertumbuhan ekonomi selain konsumsi rumah tangga dan ekspor, ungkapnya, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, membaiknya kondisi ekonomi global dan kenaikan harga komoditas akan memberikan kontribusi untuk menarik investasi ke dalam negeri.

Selain itu, jenis investasi yang mengalir ke negara mulai bervariasi, tidak hanya untuk infrastruktur, katanya, menambahkan, sejauh ini investasi yang telah didominasi infrastruktur, tetapi sekarang telah ada pertumbuhan investasi di sektor lainnya seperti sektor konstruksi.

Oleh karena itu, bank sentral masih optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua lebih baik dari pada kuartal pertama, ketika ekonomi tumbuh 5,01 persen year-on-year.

Dia mencatat, bagaimanapun, kontribusi dari sektor swasta belum seperti yang diharapkan karena kedua perbankan dan perusahaan industri yang masih dalam proses konsolidasi pada tahun 2016.

Oleh karena itu, Agus mengatakan, ia meramalkan pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih lambat pada Mei 2017. Pada bulan April, 2017, kredit perbankan tumbuh 9.47% year-on-year.

Baca juga:  The Fiscal Gap Threatening The United

Berdasarkan data Bank Sentral, non performing loan rate pada bulan April, 2017 sebesar 3,1% dan pertumbuhan kredit sampai dengan bulan April cukup tinggi baik dari pada bulan desember 2016 . Pada bulan Mei, namun, ada sedikit penurunan lebih lanjut pada baseline.

Tahun ini kami optimis, kredit akan tumbuh antara 10-12%,” katanya.

Sebelumnya bank sentral diprediksi ekonomi akan tumbuh 5.11% pada kuartal kedua dan lebih tinggi dari 5,2% di kuartal ketiga dan keempat setelah 5,01% pada kuartal pertama.

Related posts

Leave a Comment